Pages

Saturday, March 9, 2013

Resensi Novel Anyar 'Negeri Para Bedebah'

"

Judul Buku : Negeri Para Bedebah

Penulis : Tere-Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Saya beli buku ini ketika saya main ke toko buku Petra Togamas Surabaya. Menurut saya cover buku ini 'eye catching', saya langsung memegangnya kemudian membaca tulisan di cover belakang karena biasanya begitu sebelum memutuskan membeli buku. Ternyata tulisannya sangat singkat tapi saya tetap memutuskan untuk membelinya karena judulnya menarik dan provokatif jadilah rasa penasaran saya meraja, bellii deh.. ^_^.

“Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru disbanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.”

Baris tulisan di atas adalah tulisan yang tertera pada bagian cover belakang novel ini.Bedebah? hm..

Novel ini dimulai dengan sebuah wawancara dari wartawan majalah mingguan terbesar di Asia Tenggara (Julia) kepada Thomas (Tommi, tokoh utama di novel ini yang berprofesi sebagai konsultan keuangan terkemuka bahkan menjadi pembicara di sebuah konferensi internasional di London.
Dan satu lagi Thomas adalah seorang petarung sejati dan terbaik.

Nah salah satu kutipan statemen dari Thomas sebagai seorang konsultan keuangan:

“…ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran.

Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi-misi, tinggal digertak, beres.

Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya.

Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun.

Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.” (Lihat Halaman 18)

Suatu malam Thomas di hubungi orang kepercayaan keluarganya yang bernama Ram , bahwa rombongan polisi sedang berada di rumah Om Liem, om nya Thomas mengabarkan akan terjadi penangkapan besar.
Bank Semesta yang dipimpin oleh Om Liem mengalami pailit dan merugikan negara, masalah keuangan yang sangat besar. Bank Semesta kalah kliring lima milyar!

Padahal hanya lima Milyar namun hal ini sudah membuat rush dan dampak sistemis bagi perbankan di Indonesia. Di sisi lain, tak banyak pihak yang bisa menolong bahkan partner bisnis Om Liem selama ini yakni Tuan Shinpei pun tidak bisa membantu.
Bahkan para penguasa dan orang-orang yang berkepentingan atas kekuasaan serta uang sibuk mengais keuntungan di tengah situasi kacau balau dengan melakukan rekayasa-rekayasa.
Negara hendak memutuskan dua perkara apakah Bank Semesta ini akan diselamatkan ataukah dinyatakan di tutup dengan risiko akan terjadi dampak sistemik bagi negara yang sangat besar.
Masalah Bank Semesta ini kelak bukan hanya berdampak pada ditutup atau tidaknya bank ini akan tetapi risiko terjadinya krisis moneter pada tahun 1998 bisa jadi akan terulang.

Novel ini dipenuhi dengan flashback yang mengisahkan asal muasal bisnis keluarga Om Liem. Kondisi keluarga Thomas, dan kisah tragis bagaimana Thomas bisa menjadi seorang yatim piatu.

Novel ini juga menceritakan petualangan Thomas yang berusaha menggagalkan usaha penutupan Bank Semesta oleh pemerintah.Usahanya untuk menemui menteri keuangan, Gubernur bank sentral, putra mahkota partai pemenang pemilu dan sederet pengalaman menegangkan hanya dalam dua hari untuk menyelesaikan tugasnya menyelamatkan Bank Semesta.

Padahal awalnya Thomas sangat membenci Om Liem semenjak kematian kedua orang tuanya.

Apa yang membuatnya berubah? Lalu apakah Bank Semesta berhasil diselamatkan? Dan ternyata kejadian terbakarnya rumah Thomas masih ada hubungan dengan kollapsnya Bank Semesta, siapa saja pihak yang yerlibat.

Dalam perjalanannya Tommi mengalami hal-hal yang tak terduga.

Latarbelakang novel ini mirip dengan apa yang terjadi pada Bank Century. Indonesia banget lah pokoknya. Pun dengan membaca novel ini kita bakalan tahu, sebedebah apa sih sistem perekonomian saat ini. Dampaknya tidak lagi sekedar kemiskinan. Lebih dari itu. Ada persinggungan antara politik dan kekuasaan.
Pokoknya bedebah banget deh.

Kalo penasaran,ya monggo dibaca saja. Belum punya? Beli dong.. diskon lhoh... ^_^. Atau boleh pinjem saya, bukunya ada di rumah hee hee..

No comments: